BAB I
PENDAHULUAN
Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami
perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi respon
terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini serta pengaruh
perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan
budaya. Indonesia yang merupakan negara berkembang, masih banyak masalah
pendidikan yang melanda Indonesia. Salah satunya adalah pendidikan yang belum
bisa mencerdaskan bangsa. Hal ini menuntut perlu adanya perbaikan sistem
pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.
Lalu bagaimana pendidikan di negeri
Haji, Arab Saudi. Apakah kelebihan-kelebihan yang dimiliki pendidikan Arab
Saudi, akankah dapat diambil beberapa perbandingan. Kami akan coba paparkan tentang Sistem
Pendidikan di Arab Saudi, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan
dalam mengembangkan pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Pendidikan
Islam boleh diartikan
sebagai proses mendidik dan melatih akhlak,
jasmaniah, dan ruhaniah manusia berasaskan nilai-nilai Islamiah yang
bersumberkan al-Qur’an dan sunnah Rasulullah s.a.w bagi melahirkan insan yang
bertakwa dan mengabdikan diri kepada Allah semata-mata. Pendidikan bermula
ketika nabi Muhammad s.a.w mendapat wahyu pertama. Menunjukkan wajibnya umat
islam menuntut ilmu.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Letak Geografis
Kerajaan Arab Saudi berdiri pada
tahun 1932 dan menempati 80 persen luas semenanjung Arab. Secara geografis
negara ini berbatasan dengan Jordania, Kuwait, dan Irak di sebelah utara, Laut
Merah di sebelah barat, Qatar dan Uni Emirat Arab di sebelah timur, serta Yaman
dan Oman di sebelah selatan. Saudi Arabia adalah negara yang menganut
hukum berbasis Islam dimana hukum syariah sebagai dasar konstitusi dan sistem
hukum.
Penemuan ladang minyak dan
peningkatan konsumsi minyak pada awal tahun 1970-an mendorong perkembangan
industri dan urbanisasi yang begitu pesat. Saat ini, 70% populasinya menghuni
kota-kota besar dan tulang punggung perekonomian masih bergantung pada industri
minyak, sementara Arab Saudi banyak menggunakan tenaga asing karena kebutuhan
SDM yang begitu besar.
B.Sistem Pendidikan di Arab Saudi
Disamping sisi dunia kerja, daya
tarik Arab Saudi yang lain adalah dunia pendidikan. Sistem pendidikan di Arab
Saudi memisahkan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat Islam.
Secara umum, sistem pendidikan dibagi menjadi 3 bagian utama:
1.
Pendidikan
umum untuk laki-laki
2.
Pendidikan
umum untuk perempuan
3.
Pendidikan
Islam untuk laki-laki
Untuk pendidikan umum, baik
laki-laki dan perempuan mendapat kurikulum yang sama dan ujian tahunan yang
sama pula. Pendidikan umum dibagi menjadi 4 bagian:
1.
Pendidikan
Dasar yang terdiri dari SD (6-12 tahun).
2.
Pendidikan
Menengah (12 – 15 tahun).
3.
Pendidikan
Sekunder (15-18 tahun).
4.
Pendidikan
Tinggi (Universitas atau Akademi).
Pendidikan Islam tradisional bagi
laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Kurikulum
untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian menggunakan kurikulum pendidikan
umum, tetapi fokusnya pada Studi Islam dan Bahasa Arab. Untuk pendidikan agama,
dilakukan di bawah supervisi dari Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan
Universitas Islam Madinah (Madinah). Namun demikian, di universitas-universitas
umum, pelajaran agama Islam merupakan mata kuliah wajib apapun jurusan yang
diambil mahasiswa.
Pada tahun 1985, total anggaran
untuk pendidikan mencapai US$ 2,5 milyar atau setara dengan 3,6 persen dari
total anggaran belanja nasional Arab Saudi. Setiap mahasiswa lokal maupun asing
di universitas negeri mendapat beasiswa setiap bulan dari kementerian
pendidikan sebesar SAR 800 hingga SAR 1000.
Sistem Pendidikan di Arab Saudi terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan sekunder, dan pendidikan tinggi
yang akan dijabarkan lebih jauh sebagai berikut:
1. Pendidikan Dasar (Primary Education), terdiri
dari:
a.
Sekolah
Dasar
Durasi: 6 tahun (umur 6 – 12 tahun)
Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, geografi, sejarah, ekonomi rumah
tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus laki-laki),
studi Islam, dan sains.
b. Sekolah
Menengah
Durasi: 3 tahun (umur 12 – 15 tahun)
Pelajaran wajib: bahasa arab, seni, bahasa inggris, geografi, sejarah,
ekonomi rumah (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika (khusus
laki-laki), studi Islam, dan sains.
2.Pendidikan Lanjutan (Secondary Education), terdiri
dari:
a.
Pendidikan
Lanjutan Umum
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Pelajaran wajib: selama tahun pertama mendapat pelajaran umum yang sama,
2 tahun terakhir dibagi menjadi sains dan sosial (literacy). Siswa yang
mempunyai grade 60% atau lebih boleh memilih keduanya, sedangkan yang kurang
60% harus memilih sosial.
Pelajaran umum: Bahasa arab, biologi, kimia, bahasa inggris, geografi,
sejarah, ekonomi rumah tangga (khusus perempuan), matematika, pendidikan fisika
(khusus laki-laki), dan pendidikan agama.
b.
Pendidikan
Lanjutan Agama
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Bahasa arab dan literature, bahasa Inggris, kebudayaan umum, geografi,
sejarah, dan pendidikan agama.
c.
Pendidikan
Lanjutan Teknik
Ada tiga tipe pendidikan lanjutan teknik yaitu teknikal, komersial, dan
agrikultural.
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Durasi: 3 tahun (umur 15 – 18 tahun).
Kurikulum:
- Teknikal: gambar
arsitektur, otomotif, elektrikal, mekanika mesin, mekanika metal, radio dan
televisi. Dengan pelajaran tambahan bahasa Arab, kimia, bahasa Inggris,
matematika, pendidikan fisika, fisika, dan pendidikan agama.
- Komersial: bahasa
Arab, akuntansi dan pembukuan, korespondensi komersial, ekonomi, bahasa
Inggris, matematika ekonomi, matematika umum, geografi, manajemen dan
kesekretariatan, dan pendidikan agama.
- Agrikultural: ekonomi
agrikultur, agronomi, perkembangbiakan hewan, biologi terapan, kimia terapan,
matematika terapan, fisika terapan, bahasa Arab, bahasa Inggris, manajemen
pertanian dan lahan, holtikultura, pendidikan agama, pemasaran, dan nutrisi
pangan
3. Pendidikan Tinggi (Higher Education)
Pendidikan tinggi atau universitas
di Arab Saudi terbagi menjadi dua bagian utama yakni Pendidikan Agama dan
Pendidikan Umum. Namun demikian, sekarang sudah sangat banyak universitas yang
menggabungkan keduanya. Jenis perguruan tinggi di Arab Saudi adalah
universitas, institut untuk perempuan (college for women), institut
administrasi publik (institute of public administration) dan institut keguruan
(teacher training college). Semua universitas berada di bawah supervisi Kementerian
Pendidikan Tinggi (Ministry of Higher Education) kecuali Universitas Islam
Madinah (Islamic University of Medinah), Universitas terbaik di Arab Saudi
untuk pendidikan agama Islam, yang berada di bawah supervisi dewan menteri
(Council of Ministers). Untuk memasuki perguruan tinggi di Arab Saudi, calon
mahasiswa harus memenuhi tes masuk perguruan tinggi (General Secondary
Education Certificate Examination) atau Tawjihi.
1) Pendidikan Tinggi Universitas
Untuk pendidikan tinggi universitas,
tingkatannya sama seperti universitas pada umumnya, yaitu: Strata 1 (Bachelor),
Strata 2 (Master), dan Strata 3 (Doctor). Untuk S1, waktu yang dibutuhkan
adalah 4 tahun (minimal), tetapi untuk teknik, medis, dan farmasi dibutuhkan
minimal 5 tahun untuk menyelesaikannya. Untuk S2 (Master) dibutuhkan minimal 2
tahun untuk menyelesaikannya dengan syarat harus sudah menyelesaikan S1.
Ada dua jalur untuk S2, dengan tesis
(by thesis) atau dengan kuliah (by course). Apabila kita mengambil jalur tesis,
maka setelah menyelesaikan matakuliah yang sudah ditentukan, kita harus
menyelesaikan tesis kurang lebih selama satu tahun ( 2 semester), sedangkan
untuk jalur kuliah, kita hanya perlu menyelesaikas seluruh mata kuliah yang
telah ditentukan, namun dengan jumlah mata kuliah yang lebih banyak.
Untuk S3, lama waktu yang dibutuhkan
adalah 3 tahun setelah menyelesaikan S2. untuk S3, kita harus menyelesaikan
mata kuliah dan mengumpulkan disertasi yang merupakan hasil riset independen
yang telah dilakukan. Selain itu, tambahan syarat kadang-kadang diperlukan,
seperti: minimal mempublikasikan jurnal internasioanl atau konferensi
internasional.
Sebagai tambahan, ada beberapa
universitas khusus untuk perempuan yang sebagian besar berfokus kepada ilmu
pendidikan. Jenjang yang tersedia untuk universitas khusus perempuan ini mulai
dari S1 sampai S3.
Universitas besar di Arab Saudi di
antaranya King Saud University, King Fahd University of Petroleum and Mineral,
King Abdul Aziz University, King Faisal University, dan universitas baru King Abdullah
University of Science and Technology (KAUST).
2)
Pendidikan
Tinggi Non Universitas
a.
Technical
College
Pendidikan tinggi ini setara dengan diploma yang harus diselesaikan
selama 3 tahun. Bidang-bidang yang tersedia: control otomatis, sistem
elektrikal otomatis, otomotif, perlengkapan elektrik, instalasi elektrik, kimia
industri, elektronik industri, dan teknik produksi.
b.
Higher
Technical Institute
Pendidikan ini seperti layaknya D1 yang dapat diselesaikan selama 1
tahun saja.
c.
Higher
Technical Institutes for Financial and Commercial Science
Pendidikan tinggi ini khusus untuk ilmu keuangan dan komersial.
Kurikulum yang tersedia adalah: akuntansi, korespondensi komersil dan bisnis,
bahasa ingris, asuransi, kebudayaan Islam, pemasaran dan periklanan, pembelian
dan inventori, , dan kesekretariatan. Lama pendidikan yang harus ditempuh
adalah selama 2 tahun.
d.
The
Institute of Public Administration
Lama studi untuk jenis pendidikan tinggi ini adalah selama 2 sampai 3
tahun. Bidang-bidang yang tersedia adalah: perbankan (2 tahun), pemrosesan data
elektronik (2.5 tahun), administrasi rumah sakit (2 tahun), ilmu kepustakaan (3
tahun), ilmu personil (2 tahun), ilmu kesekretariatan (2 tahun), dan ilmu
pergudangan (2 tahun).
e.
Teacher
Training College
Untuk pendidikan keguruan terbagi menjadi 3 jurusan: guru sekolah dasar
dan menengah pertama (primary school), guru sekolah menengah atas (secondary
school), dan guru pendidikan lanjut (higher education).
BAB III
KESIMPULAN
Daya tarik Arab Saudi disamping sisi
dunia kerja, adalah dunia pendidikan. Sistem pendidikan di Arab Saudi
memisahkan antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan syariat Islam. Secara
umum, sistem pendidikan dibagi menjadi 3 bagian utama: Pendidikan umum untuk
laki-laki, Pendidikan umum untuk perempuan dan Pendidikan Islam untuk
laki-laki.
Pendidikan Islam tradisional bagi
laki-laki difokuskan untuk membentuk calon-calon anggota dewan ulama. Kurikulum
untuk sekolah Islam tradisional juga sebagian menggunakan kurikulum pendidikan
umum, tetapi fokusnya pada Studi Islam dan Bahasa Arab. Untuk pendidikan agama,
dilakukan di bawah supervisi dari Universitas Islam Imam Saud (Riyadh) dan
Universitas Islam Madinah (Madinah).
Sistem Pendidikan pada pendidikan umum di Arab Saudi terdiri
dari pendidikan dasar, pendidikan
sekunder, dan pendidikan tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih atas kunjungannya jangan lupa komen