Senin, 10 April 2017

Pemikiran Tokoh ISlam Tentang Pendidikan

NO
NAMA TOKOH
RIWAYAT HIDUP
KARYA
PEMIKIRAN PENDIDIKAN

1





















 

2

























 


3
















4











 

5










 

6



















 

7
















IMAM AL-GHOZALI





















IBNU KHALDUN


























IKHWAN AL-SHAFA















Zainudin Labay












Ahmad Sukarti











KH. Ahmad Dahlan



















KH. Hasim Asy’ari

Nama lengkapnya, ialah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad, Imam Besar Abu Hamid Al-Ghazali Hujjatul-Islam. Dilahirkan di Thusia, suatu kota di Khurasan dalam Th. 450 H. (1058 M). Ayahnya bekerja membuat pakaian dari bulu (wol) dan menjualnya di pasar Thusia.













Ibnu Khaldun di lahirkan di Tunisia pada awal Ramadhan tahun 732 H, atau tepatnya pada 27 Mei 1333.
Nama lengkap Ibnu Khaldun adalah Abdurrahman Abu Zaid Waliuddin bin Khaldun. Nama kecilnya Abdurrahman. Nama panggilnya Abu Zaid; gelarnya Waliuddin, dan nama populernya Ibnu Khaldun. (Ali Abdul Wahid Wafi’, 1985:5) Ibnu Khaldun dikenal dengan Ibnu Khaldun karena dihubungkan dengan garis keturunan kepada kakeknya yang kesembilan, yaitu Khalid bin Utsman, dan dia adalah orang pertama dari marga ini yang memasuki negeri Andalusia bersama para penakluk berkebangsaan Arab.







Ikhwan al-shafa adalah perkumpulan para mujahidin dalam bidang filsafat yang banyak memfokuskan perhatiannya pada bidang dakwah dan pendidikan. Perkumpuklan ini berkembang pada abad ke-2 hijriyah di kota Bashrah, Irak.









Nama lengkapnya adalah Zainuddin Labay al-Yunusi, dilahirkan di Bukit surungan, Padang Panjang pada tahun 1980. Menurut  Deliar Noer, Zainuddin Labay dapat disebut seorang otodidak yang menjadiorang dengan tenaga sendiri.





Nama lengkapnya adalah Ahmad bin Muhammad Sukarti al-Kharaj al-Anshari. Ia dilahirkan di sudan. Kemudian dia dating ke Indonesia dengan bergabung kepada ‘Jamiatul al-khair’.






Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwisy. Anak dari seorang Kiyai HAji Abu Bakar bin Kiyai Sulaiman. K.H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu pendiri  Muhammadiyah. 












Dilahirkan dari keturunan eliet kiyai (pesantren) pada tanggal 24 zulhijjah 1287 H, bertepatan pada tanggal 14 februari 1871 M, tepatnya sebelah Timur Jombang, Jawa Timur. Suasana kehidupan peasntran sangat mempengaruhi pembentukan karakter KH Hasim Asy’ari yang sederhana dan rajin belajar, belajar dari pesantren ke pesantrendi jawa sampai ke tanah hijaz

Ihya ‘ulumudin, Al-munqidz min al-Dholal, Maqasid al-Falasifah, Al-Mushtasfa min ‘ilm al-Ushul,


















1. Kitab al-I’bar wa Dhuan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar wa man ‘Asharahiim min Dzawi al-Suthan al-Akbar
2. Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun
3. Kitab al-Ta ‘rif lbnu Khaldun wa Rihlatuhu Garban wa Syarqan..









Karya ikhwan al-shafa adalah ensiklopedia Rasail Ikhwan al-shafa wa Khilan al-wafa, dikarang oleh 10 orang yang mengaku dirinya sebagai pakar tapi mereka merahasiakan identitasnya.








Beliau membuka sekolah Diniyah di Padang pada tahun 1915 dan dinamakan Diniyah Putri








Al-wasiat al-amiriayah (wasiat bagi para pemimpin) al-masa’il al-tsalat,Hak suami isteri, tawjih Al-qur’an lil Adabil Qur’an.






Mendirikan organisasai Muhammadiyah pada tanggal 8 November 1912 M. diantara tujuan didirikannya organisasi ini selain gerakan Dakwah ialah untuk memajukan pendidikan dan pengajaran. 












Mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng 26 Rabiul awwal 1320 H/ 6 februari 1906 M. Mendirikan Organisasi Nahdhatul Ulama bersama ulama besar lainnya,  seperti Syekh Abdul Wahab dan Syekh Bishri Syansuri (16 Rajab 1344 H/ 31 Januari 1926)

TUJUAN
METODE
KURIKULUM
Tercapainya kesempurnaan manusia yang bermuara pada pendekatan diri kepada Allah,
Kesempurnaan manusia yang bermuara pada kebahagian dunia dan akhirat














Menurut Ibn Khaldun, tujuan pendidikan beraneka ragam danbersifat universal. Diantara tujuan pendidikan tersebut:
a.Tujuan peningkatan pemikiran
b.Tujuan peningkatan masyarakat
c. Tujuuan pendidikan dari segi kerohanian adalah meningkatkan kerohanian manusia dengan








Secra umum, tujuan pendidikan adalah untuk mencapai kebaikan. Secara khusus mereka merincinya menjadi dua: tujuan individual, tujuan pendidikan adalah untuk mengenal tuhan. Sedangkan tujuan global-sosial adalah untuk pembentukan karakter diri (suluk).



Tujuan pendidikannya adalah agar peserta didik memahami tentang pengetahuan-pengetahuan umum disamping mengetahui pengetahuan-pengetahuan tentang agama yg dimilikinya

Tujuan pendidik yang ingin dicapai adalah agar terlepas dari kebodohan dan penyimpangan ajaran-ajaran agama yang dapat merusak kehidupannya kelak.




KH. Ahmad dahlan berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang sempurna adalah melahirkan individu utuh mengusai ilmu agama dam ilmu umum, material dan spiritual serta duna dan akhirat. Untuk membentuk manusia muslim yang berbudi pekerti luhur, alim dalam agama, luas pandangan dan paham masalah ilmu keduniawian, serta bersedia berjuang untuk kemajuan masyarakatnya

Menjadikan manusia memiliki Ilmu pengetahuan dan dapat menginfestasikannya dalam bentuk perbuatan. Karena menurut beliau, perbuatan-perbuatan yang didasarkan oleh ilmu pengetahuan akan memberi manfaat tersendiri yang menjadi bekal dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

penggunaan metode tersebut di selaraskan dengan tingkat usia, tingkat kecerdasan, bakat dan pembawaan anak dan tujuannya tidak lepas dari hubungannya dengan nilai manfaat.
menggunakan berbagai macam metode antara lain: metode keteladanan, metode bimbingan dan penyuluhan, metode cerita, metode motivasi, dan sebagainya.





Pertama, kebiasaan mendidik dengan metode “indoktrinasi” terhadap anak-anak didik,
kedua, memilah-milah antara ilmu-ilmu yang mempunyai nilai instrinsik,
Ketiga, Ibnu Khaldun tidak menyukai metode pendidikan yang terkait dengan strategi berinteraksi dengan anak yang “militeristik” dan keras,
Keempat, Ibnu Khaldun mengajarkan agar pendidik bersikap sopan dan halus pada muridnya.





Dalam pengajarnnya, murid dikelompokan atau di klarifikasikan sesuai dengan umur mereka masing-masing.












Dalam pengajarannya, beliau menggunakan system klasik, system berkelas sesuai dengan usia peserta didik.menggunakan bahasa arab dalam pengajarannya.





Menurut A. Hasan, A. Sukarti dalam pengajarannya menggunakan pendekatan akliah,  rasionalitas, selain itu juga menggunakan metode diskusidalam kegiatan belajarnya



Dalam pengajarannya, KH. Ahmad Dahlan tidak lagi menggunakan metode klasik seperti Weton, Sorongan, tetapi menggunakan metode pengajaran yang lebih bervariasi.












Pesantren-pesantren klasik pada Umumnya, metode pengajaran masih mengguakan metode bandongan dan sorogan.
a. Ilmu yang tercela,
b. Ilmu yang terpuji,
c. Ilmu yang terpuji pada taraf tertentu,

Dari ketiga kelompok ilmu tersebut Al-Ghazali membagi lagi ilmu-ilmu tersebut menjadi dua kelompok ilmu dilihat dari segi kepentingannya, yaitu:
a. Ilmu-ilmu fardu ain
b. Ilmu-ilmu yang merupakan fardu kifayah,



Ibnu Khaldun membagi ilmu pengajaran, menjadi 3:
1.   Ilmu Lisan (bahasa) yaitu ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa (gramatika),
2.   Ilmu Naqli’, yaitu ilmu yang diambil dari kitab dan sunnah nabi (ilmu tafsir, hadits).
3.   Ilmu Aqli’, yaitu ilmu yang dapat menujukan manusia dengan daya piker atau kecenderungannya kepada filsafat atau semua ilmu pengetahuan.

Ikhwanal-shafa  membagi cabang pengetahuan menjadi 3 kelas utama, fisika dan metafisika.













Kurikulum yang diajarkan mencakupi pengetahuan umum seperti bahasa, matematika, sejarah, ilmu bumi.disamping pelajaran agama, dan juga seni seperti seni music



Kurikulum sudah disusun secara sistematik, yang dijadikan perencanaan pelajaran, dan juga sebagai kerangka kerja sistematis dalam suatu kegiatan pengajaran modern.


Di madrasah Muhammadiyah bahan pengajaran diambil dari kitab agama dan buku-buku umum. Mengabungkan system pendidikan pesantren dengan system pendidikan gubermen










Ilmu penegtahuan itu di tekankan pada klasifikasi fardhu a’in,yang tebagi kedalam 4 macam: 1. Dzatiah ketuhanan, ilmu pengetahuan yang mampu meyakinkan bahwa Allah itu ada.
2.shifatiyah Ketuhanan: ilmu pengetahuan yang mampu meyakinkan bahwa allah itu berkuasa.
3. Fiqh memberi pemahaman tentang cara ibadah.
4. Ilmu Akhwal dan Maqamat serta ilmu tentang kondisi jiwa (ilmu tasawuf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih atas kunjungannya jangan lupa komen

iklan otomatis